Guru Membangun Nusa dan Bangsa

5 Hikmah Puasa Yang Wajib Kamu Ketahui


Islam tidak mensyariatkan sesuatu pasti padanya mengandung hikmah, -ada yang diketahui, ada pula yang tidak-. Demikian juga dengan ketetapan-ketetapan Allah swt tidak lepas dari hikmah yang terkanudng dalam ciptaan-Nya, hukum-hukum-Nya pun tidak lepas dari lautan hikmah. Dia Maha Bijaksana dalam penciptaan-Nya, Mahabijaksana dalam perintah-Nya, tidak pernah menciptakan sesuatu yang bathil dan tidak pernah mensyariatkan suatu hukum yang sia-sia.

Begitu pula dengan perintah puasa pada bulan Ramadhan, terdapat sejumlah hikmah dan mslahat, sebagaimana yang telah diisyaratkan oleh nash-nash syariat itu sendiri. Diantara hikmah-hikmah puasa adalah sebagai berikut:

1.      Tazkiyatun-nafs (pembersihan jiwa)
Pembersihan jiwa dilakukan dengan mematuhi perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangannya, serta melatih diri untuk menyempurnakan ibadah kepada Allah Swt semata, meskipun dengan menahan diri dari sesuatu yang halal, menyenangkan dan hal-hal yang melekat sebagai kebiasaan. Kalau saja mau, ia bisa saj makan, minum, berhubungan suami-istri  dan tiada seorangpun yang mengetahuinya, dan itu semua halal. Tapi itu semua ia tinggalkan hanya semata untuk meraih Ridha Allah swt.

Sebagaimana sabda Rasulullah saw:
“Demi Dzat yang diriku ada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah dari pada bau minyak kasturi. Dia tidak makan, tidak minum, dan tidak berhubungan dengan istrinya karena-KU. Tiap-tiap amal bani Adam baginya, kecuali puasa. Ia untuk-KU dan AKU yang akan memberinya pahala”. (HR. Bukhari dan Muslim)

2.      Mengangkat aspek kejiwaan mengungguli aspek materi
Selain menyehatkan badan (sebagaimanan dinyatakan oleh para dokter), puasa juga bisa mengangkat aspek kejiwaan mengungguli aspek materi dalam diri manusia. Manusia dibekali potensi kejahatan dan potensi kebaikan. Satu potensi menyeret manusia kebawah dan potensi yang lain mengangkatnya keatas.


Jika potensi keburukan lebih dominan, ia akan turun ke derajat binatang atau bahkan lebih rendah daripadanya. Sebaliknya apabila potensi kebaikan yang menguasai, ia akan melambung tinggi ke derajat malaikat. Dalam puasa terdapat kemenangan ruh ilahi atas materi, akal pikiran atau nafsu syahwat. Karena dalam puasa, kita meninggalkan semua keinginan atas materi dan nafsu syahwat padahal itu halal, semata-mata karena Allah swt. Puasa mendidik kita untuk mengutamakan Allah swt atas segala sesuatu. Disini kemenangan jiwa, kemenangan potensi kebaikan atas materi, nafsu syahwat dan potensi kejahatan lainnya.

3.      Tarbiyah bagi iradah (kemauan), jihad bagi jiwa, pembiasaan kesabaran
Terbukti bahwa puasa merupakan tarbiyah bagi iradah (kemauan), jihad bagi jiwa, pembiasaan kesabaran dan “pemberontakan” kepada hal-hal yang telah mentradisi. Setiap manusia pasti memiliki kemauan, dan setiap agama pasti mengajarkan kesabaran, kesabaran untuk taat dan kesabaran dalam menghadapi maksiat. Puasa mewakili dua kesabaran tersebut.

Sehingga wajar, Rasulullah menamakan Ramadhan sebagai Syahr ash-Shabr (bulan kesabaran). Sebuah hadtis, Rasulullah Saw bersabda:

“Puasa bulan kesabaran dan tiga hari dalam setiap bulan dapat melenyapkan kedengkian dalam dada”. (HR. Bazzar)

Ketika kita sudah terdidik dan terlatih untuk sabar terhadap kemauan dan sedikit mengekang kebiasanan yang mentradisi, kita akan terhindar dari hal-hal yang mencelakakan  karena diantara kemauan dan kebiasan ketika tidak dikontrol akan menjerumuskan kedalam dosa, karena kita akan terdorong untuk berlebih-lebihan dalam memperturutkan kemauan dan kebiasan.

Sehingga wajar Rasulullah menganggap puasa itu sebagai junnah (perisai) untuk melindungi diri dari dosa ketika didunia, dan menyelamatkan diri dari api neraka di akhirat.

“Puasa adalah perisai dari api neraka, seperti perisainya salah satu seorang kalian dalam peperangan”. (HR. Ahmad, An-Nasa’i, Ibunu Majah, Ibunu Hibban dan Ibnu Khuzaimah).

4.      Mematahkan gelora Nafsu Seksual
Sudah kita ketahui bersama bahwa nafsu seksual merupakan senjata setan yang paling ampuh untuk menundukkan manusia, sehingga sejumlah aliran psikologi  menganggap bahwa nafsu seksual adalah penggerak utama semua perilaku manusia.


Puasa berpengaruh mematahkan gelorah syahwat ini dan mengangkat tinggi-tinggi nalurinya, khususnya jika terus-menerus melakukan puasa dengan mengharap pahala Allah swt. Karena itulah Rasulullah SAW memerintahkan puasa kepada pemuda yang belum mampu menikah, sehingga Allah melimpahkan karunia-Nya kepadanya.

5.      Menajamkan perasaan terhadap nikmat Allah swt
Nikmat bisa membuat orang kehilangan perasaan terhadap nilainya. Ia tidak mengetahui kada kenikmatan, kecuali jika sudah tidak ada ditangannya. Dengan hilangnya nikamt, berbagai hal dengan mudah dibedakan.

Seseorang dapat merasakan nikmatny kenyang dan nikmatnya pemenuhan dahaga jika ia lapar atau kehausan. Jika ia merasa kenyang setelah lapar, atau hilang dahaga setelah kehausan, akan keluar dari relung hatinya ucapan alhamdulillah. Hal itu mendorongnya untuk mensyukuri nikmat-nikmat Allah swt kepadanya.
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:

“Tuhanku pernah menawariku untuk menjadikan kerikil di Makkah emas. Aku menjawab: ‘Tidak wahai Tuhanku, Akan tetapi aku kenyang sehari dan lapar sehari. Apabila aku lapar, aku merendah sembari berzikir kepada-MU, dan apabila aku kenyang, aku memuji-MU dan bersyukur kepada-MU”. (HR. Ahmda dan Tirmizi)

Itulah beberapa hikmah puasa diantara berjuta-juta hikmah lainnya. Semoga bermanfaat

(Diringkas dari buku Fiquh Puasa, yang ditulis oleh Dr. Yusuf Qardhawi, cetakan Era Intermedia)
Labels: taujih

Thanks for reading 5 Hikmah Puasa Yang Wajib Kamu Ketahui. Please share...!

0 Comment for "5 Hikmah Puasa Yang Wajib Kamu Ketahui"

Back To Top