Setiap tanggal 27 Rajab, ummat islam seluruh dunia selalu memperingati suatu peristiwa besar yang dialami oleh baginda Nabi Muhammad SAW yaitu isra' dan mi'raj. Dari sekian banyak kisah yang sering kita dengar, berikut merupakan salah satu kisah yang sangat penting yang berhubungan dengan peristiwa Isra' Mi'raj, yang kisah ini jarang sekali disampaikan kepada ummat islam.
Ketika
Rasulullah SAW bercerita tentang peristiwa Isra’ Mi’raj, banyak dari kalangan
kafir Quraisy tidak memercayainya, bahkan banyak yang mengatakan bahwa Muhammad
sudah gila. Bagaimana tidak, perjalanan yang membutuhkan berbulan-bulan
perjalanan, Rasulullah SAW hanya membutuhkan waktu satu malam saja.
Kaum
kafir Quraisy tidak percaya bukan karena Rasulullah berdusta, bahkan tidak ada
riwayat yang pernah mereka dengar bahwa Rasulullah berdusta, tidak pernah satu
kata pun beliau berdusta, tetapi mereka tidak memercayainya adalah karena
kebencian mereka terhadap dakwah, dengan demikian tujuannya agar orang-orang
yang baru masuk islam juga megingkari peristiwa tersebut.
Ternyata
tujuan kaum kafir Quraisy berhasil, banyak kalangan ummat yang baru memeluk
islam mengalami kegalauan. Bagaimana mungkin Muhammad bisa melakukan hal yang
diluar logika manusia. Ummat islam banyak yang galau, ditambah tekanan dari
kaum kafir Quraisy.
Pada
saat demikian, salah satu tokoh Quraisy berkata kepada Abu Bakar r.a dengan
nada mencemooh. “Temanmu sudah gila, mana mungkin manusia seperti dia bisa melakukan
hal demikian”. dengan harapan Abu Bakar juga galau, seperti orang-orang yang
baru masuk islam yang galau dengan berita tersebut.
Ternyata
jawaban Abu Bakar diluar dugaan. “Aku Percaya!”.
Bahkan
Abu Bakar RA menyatakan sebuah statemen yang luar biasa. Statemen penguatan.
“Engkau lihat tembok didepan? Warnanya putih. Jika Muhammad mengatakan tembok
itu warna Merah, maka aku akan mengatakan tembok itu berwarna Merah dan
kubutakan mataku”.
Ini
statemen yang luar biasa dari seorang sahabat, satetmen untuk meneguhkan dan
menyemangati dakwah Rasulullah. Bukan karena hanya percaya atau taqlid buta,
tapi karena keyakinan dan kepercayaan yang mendalam terhadap kepribadian
Rasulullah SAW yang orang kafir Quraisy sendiri mengelari beliau Al-Amin yang
berarti terpercaya.
Inilah momentum persatuan ummat islam, yang kita lakukan kepada para da’i atau ulama-ulama atau
ustadz-ustazd kita ketika mereka ditimpa suatu ujiaan, entah itu fitnah yang
dusta atau hanya karena kekhilafan mereka. Kita selaku ummat harus menguatkan
dakwah-dakwah mereka, bukan menghujat mereka. Kita harus menguatkan, bukan menjatuhkan.
Meskipun jika terjadi suatu kekhilafan, maka kita juga tetap melakukan
pembelaan yang tepat dan tetap menguatkan, bukan menghujat dan menjatuhkan. wallahu a’lam
Labels:
taujih
Thanks for reading Ummat Islam Wajib Baca, Kisah yang Disembunyikan Mengenai Isra' Mi'raj.. Please share...!

1 Comment for "Ummat Islam Wajib Baca, Kisah yang Disembunyikan Mengenai Isra' Mi'raj."
mantap