Guru Membangun Nusa dan Bangsa

Ternyata, lidahlah penyebab penyakit ditubuh kita

“Lidah tidak bertulang”, begitulah pepatah mengatakan, sehinggacukup mudah untuk mengatakan apa saja, baik atau buruk. Sehingga sering kita temukan omongan-omongan dusta yang cukup cepat menyebar yang tidak sedikit dari berita dusta tersebut menimbulkan pertengkaran, permusuhan bahkan sampai terjadi peperangan. Begitulah ketika lidah sering digunakan untuk berbicara dusta.
Banyak diantara kita yang kadang termakan omongan dari “lidah-lidah” dusta. Sungguh mengerikan dan berakibat fatal jika kita begitu saja percaya dan bertindak menurut omongan dusta tersebut. Hal seperti itulah yang menjadi penyebab utama perpecahan diantara kita.
Namun, ternyata banyak diantara kita yang sering didustai oleh lidah kita sendiri, dan akibat yang ditimbulkan tidak kalah mengerikan dibanding kita mempercayai dusta orang lain. Kadang kita percaya begitu saja dengan omongan manis orang lain yang ternyata dusta, begitu juga kita sering kali percaya dengan hal yang manis dan enak menurut lidah kita, yang ternyata itu “dusta”.

Banyak diantara kita bahkan mungkin saya juga, sering bahkan hampir tiap saat didustai oleh lidah kita sendiri. Kita sering percaya begitu saja dengan apa yang dirasakan oleh lidah kita tanpa memiliki pertimbangan “apakah patokan kita lidah atau yang lain”.

Ketika kita mengkonsumsi sesuatu, patokan kita selalu apa kata lidah dan kondisi seperti inilah kita sedang dibohongi oleh lidah kita sendiri yang berakibat sangat fatal bagi diri sendiri. Berbagai penyakit kronis datang bermunculan yang kebanyakan itu diakibatkan oleh sikap kita yang percaya begitu saja dengan lidah.

Ketika lidah berbicara, pantangan-pantangan dari dokter spesialis yang dianjurkan untuk tidak dikonsumsi, semua akan terlupakan. Dan ingan kembali ketika penyakitnya kambuh. Begitulah kenyataan yang sering kita saksikan bahkan mungkin sering kita hadapi.

Begitulah lidah yang berfungsi sebagai indra pengecap rasa dan untuk bicara. Ketika kita fungsikan untuk bicara, kita jaga agar yang terucap adalah yang terbaik. Namun, ketika kita fungsikan ia sebagai pengecap rasa, kita harus memiliki sikap bahwa patokan kita bukan apa kata lidah, tapi aturan gizi. Sehingga sesuatu yang akan kita konsumsi, patokan awal adalah gizi, sehingga ketika patokan gizi sudah terpenuhi, “kata lidah” tidak perlu lagi kita dengarkan. Karena banyak juga diantara kita yang sudah memiliki patokan gizi, tapi karena tidak sesuai dengan lidah, patokan gizinya bergesar.


Semoga bermanfaat.


Labels: artikel, taujih

Thanks for reading Ternyata, lidahlah penyebab penyakit ditubuh kita. Please share...!

0 Comment for "Ternyata, lidahlah penyebab penyakit ditubuh kita"

Back To Top